Pembangunan Mal Diminta Selaras dengan Pengembangan Wisata Baru

Tangerang - Terkait rencana Lippo Malls Indonesia (LMI) yang akan terus menambah jumlah mal yang dikelolanya hingga mencapai 120 mal dalam kurun waktu lima tahun ke depan, diharapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dapat disesuaikan dengan program pemerintah yang ingin membangun 10 destinasi wisata baru di Indonesia.

16 Oktober 2016

"Rencananya Lippo mau bangun 120 mal di 51 kota, mohon disesuaikan dengan program pemerintah yang akan buat 10 destinasi wisata utama seperti di Danau Toba, Pulau Komodo. Kita selaraskan pengembangan Lippo dengan pengembangan wisata baru Indonesia," ujar Arief Yahya dalam grand launching Maxx Boxx Lippo Village, Tangerang, Banten, Kamis (10/3) sore.



Sebagai informasi, LMI adalah pengembang dan operator mal terbesar di Indonesia, yang memiliki dan mengelola 64 mal yang tersebar di 28 kota di seluruh Indonesia. Saat ini, LMI mengelola lebih dari 3 juta m2 gross area dan memiliki lebih dari 16.000 tenant di seluruh malnya. Mal-mal tersebut tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Binjai, Palembang, Bali, Menado, Makassar dan Kupang.



Ke depan, LMI akan terus menambah jumlah mal yang dikelolanya hingga mencapai 120 mal dalam kurun waktu lima tahun ke depan dengan jangkauan 51 kota dan kabupaten di Indonesia, yang meliputi pembangunan mal baru di kota-kota di Indonesia Timur antara lain, Bitung, Amurang, Kawangkoan, Makassar Bau-bau, Ambon, Ternate, Labuan Bajo dan lain-lain. Saat ini, Lippo malls Indonesia juga tengah mempersiapkan berbagai proyek di berbagai kota di Indonesia Barat antara lain kota Medan, Palembang, Lubuk Linggau, Padang, Pontianak dan lain-lain.