logo

OVO Targetkan Jadi Alat Pembayaran Nomor Satu

Beritasatu.com
website service

JAKARTA - OVO menargetkan sebagai alat pembayaran nomor satu di Indonesia dalam jangka panjang. Aplikasi pintar yang menawarkan fitur pembayaran, loyalty points, dan layanan keuangan itu telah menduduki peringkat teratas Top Free App untuk kategori keuangan di App Store. Setiap bulan, jumlah transaksi di aplikasi ini mencapai 4 juta, dengan perputaran uang Rp 1 triliun.

Direktur OVO Johnny Widodo menyatakan, OVO memiliki visi jangka panjang untuk menjadi pemain financial technology (fintech) nomor satu di Indonesia. Visi tersebut ditopang oleh fakta yang terjadi saat ini, di mana sepanjang 2017, OVO merupakan salah satu aplikasi yang menduduki peringkat teratas Top Free App, untuk kategori keuangan di App Store.

Ovo juga berada di posisi ketiga di Google Store, dengan jumlah pengunduhan lebih dari 1 juta. Padahal, OVO baru resmi diluncurkan pada Maret 2017. Meski demikian, hingga saat ini, OVO sudah memiliki tujuh juta anggota. Tidak hanya itu, setiap bulan, jumlah aktivitas transaksi di aplikasi OVO mencapai 4 juta transaksi, dengan nilai perputaran uang mencapai Rp 1 triliun per bulan.

"OVO merupakan salah satu aplikasi pintar yang memiliki pertumbuhan paling cepat di Indonesia. Ke depannya, kami ingin menjadi fintech player nomor satu di Indonesia," kata Johnny kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa, (23/1).

Pencapaian spektakuler tersebut pun diakui oleh ShopBack yang merupakan pelopor solusi belanja cermat dan hemat di wilayah Asia Pasifik, yang menyediakan portal gaya hidup untuk mendukung keputusan pembelian konsumen secara lebih cermat dan hemat.

Country General Manager Shopback Indonesia Indra Yonathan menuturkan, sepanjang 2017, pihaknya melihat ada beberapa mobile wallet yang sering diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, yakni OVO, GoPay, Jenius, TCash, Pay Pro. Dilihat dari Google Trends, volume pencarian untuk kelima mobile wallet tersebut meningkat signifikan.

Hal yang paling menakjubkan terjadi pada OVO. Aplikasi yang diperkenalkan awal 2017 ini telah menduduki peringkat teratas, Top Free App kategori keuangan di App Store dan posisi ketiga di Google Store dengan jumlah pengunduhan lebih dari 1 juta.

Menurut dia, pada 2018, OVO akan menjadi bintang pertumbuhan mobile wallet di Indonesia. OVO yang merupakan aplikasi pintar besutan Lippo Group, bahkan telah bermitra dengan Grab untuk menyediakan layanan uang elektronik. Dengan kerja sama tersebut, pengguna aplikasi Grab sudah bisa menggunakan GrabPay untuk membayar biaya perjalanan mereka.

"Akan banyak lagi bermunculan beberapa kerja sama dengan perusahaan lainnya untuk menciptakan mobile wallet guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan mobile wallet manjadi penentu utama pada pertumbuhan industri ini," ujar Yonathan. (hg)