Mudahkan Procurement, Lippo Group Perkenalkan Mbiz

Jakarta - Group Lippo meluncurkan website untuk bisnis e-commerce, yaitu Mbiz.co.id. Mbiz.co.id berfungsi sebagai laman untuk melakukan proses pengadaan barang (procurement) antara mitra penjual dengan perusahaan (bussines to bussines/B2B) dan mitra penjual dengan pemerintah (bussines to goverment /B2G).

22 Maret 2016

"Dengan basis web yang fokus kepada B2B dan B2G, Mbiz.co.id menyediakan layanan e-procurement yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan dan instansi pemerintah," kata CEO Lippo Digital Group dan Komisaris Mbiz.co.id Adrian Suherman saat peluncuran di Jakarta, Selasa (22/3).



Menurut dia, kehadiran Mbiz.co.id akan sangat membantu pemecahan salah satu masalah besar di perusahaan, yaitu proses procurement. Dengan era digital yang terus berkembang pesat serta berbagai macam kebutuhan perusahaan, layanan ini akan berperan penting meningkatkan efisiensi transaksi antarperusahaan.



"Sejak kuartal III-2015, Mbiz.co.id sudah memberikan layanan untuk unit bisnis Lippo. Dengan inisiatif ini, Lippo turut membangun ekosistem digital, di mana para mitra kami tidak hanya menjual ke konsumen ritel, tetapi juga ke perusahaan dan instansi pemerintah," ujarnya.



Suherman menuturkan, dengan menggunakan Mbiz.co.id, pelanggan akan memperoleh setidaknya tiga value position. Pertama, semua proses procurement dilakukan dengan cara digitalisasi. Hal ini, memiliki dampak terhadap efisiensi dan transparansi.



Kedua, pelanggan dapat memilih berbagai vendor penyedia produk yang tertera di katalog Mbiz, serta dapat melakukan pembandingan produk maupun harga antarvendor. Ketiga, dari sisi harga yang sudah pasti terjangkau, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.



"Ini kelebihan-kelebihan digitalisasi procurement dibandingkan dengan melakukan procurement secara konvensional," terang dia.



Efisienkan Pengadaan

Sementara itu, Co-founder Mbiz.co.id Andrew Mawikere mengungkapkan, peranan Mbiz dalam proses procurement pada konteks B2G maupun B2B bisa disamakan dengan vendor. Sebab, Mbiz turut serta memberikan pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun instansi pemerintah.



"Peran kami ke B2G atau pun B2B akan masuk sebagai vendor. Kami akan berperan serta untuk penyediaan barang-barang bagi pemerintah maupun perusahaan. Di sana akan tercipta efisiensi secara kualitatif, di mana sebelumnya, mereka menggunakan kertas dan harus keliling untuk aproval, sekarang bisa dilakukan secara mobile, kapan dan di mana saja. Jadi, ini cukup besar time saving-nya," ungkap Andrew.



Dia menjelaskan, saat ini, terdapat 12 kategori produk yang sudah tersedia, dengan 4.000 subkategori yang sudah tergabung dalam katalog Mbiz. Hingga saat ini, ada sekitar 500 vendor yang sudah tergabung dengan Mbiz.



"Industri yang tergabug dalam Mbiz ada versi beta yang terdiri atas 12 kategori utama, dengan 4 ribu subkategori di dalamnya. Di situ, ada barang-barang agriculture, heavy machine dan equipment, sampai ke barang-barang TI. Ke depannya, jumlahnya tentu akan terus bertambah," tuturnya.



Andrew menyampaikan, strategi yang bakal dilakukan Mbiz dalam meyakinkan perusahaan atau pun instansi pemerintah untuk melakukan proses procurement melalui Mbiz adalah dengan melakukan pemasaran secara langsung (direct marketing). Mbiz akan mendatangi perusahaan-perusahaan, instansi pemerintah, mapun dengan menggelar event maupun roadshow.



"Untuk strateginya, kami akan melakukan melalui offline. Kami akan melakukan kampanye, memberikan presentasi, sambil mendatangi perusahaan-perusahan atau pun instansi pemerintah," jelas dia.