Monaco rules the waves with ambitious land extension project

"Oktober ini EuroNews mempublikasikan artikel berjudul "Into the sea: Monaco rules the waves with ambitious land extension project".Menggambarkan keinginan pemerintah Monaco untuk mereklamasi lagi negaranya untuk memenuhi perkembanganpasar beserta inovasinya tanpa merusak kehidupan bawah laut.

20 Oktober 2015

Selama 150 tahun Monaco, bertengger di batu pesisir mediteranean, dan dalam sejarah telah mereklamasi 40 hektar tanah ke laut. Sekarang proses ini akan berlanjut dengan ekspansi baru, targetnya Portier Cove akan selesai pada tahun 2020. Ini akan membantu Monaco menyambut residen baru. Sejak 2012, lebih dari 600 orang per tahun menetap di negara kerajaan ini. "Tidak banyak negara yang dapat expansi tanpa perang atau perjanjian penyatuan wilayah dengan negara lain", sebut Michel Roger, menteri Monaco. "Monaco memerlukan ekspansi ini karena kita telah kekurangan lahan, karena konstruksi bangunan tinggi dan bawah tanah tidak cukup untuk menjawab pertumbuhan residen. Mereka tidak menyediakan cukup tempat untuk residen-residen yang baru pindah ke Monaco."

Pekerjaan akan dimulai di caturwulan terakhir 2016 dengan pemindahan taman proteksi bawah laut â€" Posidonia meadow dan Noble Pen Shells â€" yang akan dipindahkan ke lokasi alam terdekat. Akan ada layar khusus untuk melindungi situs konstruksi agar tidak merusak alam.

Tanah yang halus akan dipindahkan dan diletakkan dasar pondasi batu di dasar laut. Ini akan menjadi lapisan pondasi dengan material bebatuan. Diperkuat dengan blok beton berongga yang berdiri di perbatasan situs, menciptakan sabuk pelindung, dengan tampilannya yang dirancang untuk menarik kehidupan di dasar laut. Pasir akan disuntikkan ke perimeter sabuk beton untuk membangun semenanjung buatan. Setelah hal ini selesai dilakukan, fase urbanisasi akan dimulai.

Shore thing

Projek ini bukan hanya akan menjadi konstruksi yang komplek, tetapi pembiayaannya juga akan sangat besar seperti Michel Roger coba jelaskan "Negara Monaco akan memiliki off-shore peninsula, akan ada promenade, taman-taman, tempat untuk pejalan kaki di pinggir laut yang baru, tempat parkir dan fasilitas umum. Kerjaan akan dilihat sebagai ekspansi 6 hektar tanpa pengenaan biaya ke negara."

Projek 2 milyar euro ini akan dibiayai oleh kontraktor swasta, yang akan mendanai lebih dari 60,000 meter persegi apartemen mewah, vila dan komersial area. Di antara para arsitek yang terlibat, ada salah seorang sosok bapak besar dari Pompidou Centre di Paris dan the Shard di London, Renzo Piano.

Dia akan mendesign bangunan signature/ikonik di pintu masuk marina yang baru."Dengan cara yang sama perahu-perahu nelayan menjadi bagian ekologi dari alam, bangunan ini juga harus menjadi bagian dari ekologi laut," jelas Piano. "Kita harus merasakan pencerahaannya, keramahannya dalam hal energi. Bangunan ini akan menyerap tenaga matahari melalui solar panel, dan harus dapat menukar panas tersebut dari laut."

Eco-enterprise

Bersama-sama, matahari dan laut akan menyediakan 40% energi yang diperlukan untuk distrik baru ini. Grimaldi Forum telah membangun percontohannya 15 tahun lalu. Pengelola bangunan Forum, Alain Melkonian mengatakan bahwa mereka telah menggunakan eco-teknologi dan design yang muktahir. "Ini adalah proses yang dimana kita menangkap dan mengevaluasi kalori pendahulu. Setelah kami menangkap kandungan kalori dari laut dengan pompa stasiun, kami mentrasfer kalori ini ke pompa panas untuk menghasilkan energi panas dan dingin."

Bagunan ini akan memiliki tujuh basement. Pemanas dan air conditioning/AC yang digunakan untuk 75,000 meter persegi ini dikendalikan di 20 meter bawah laut. "Kami menyebutnya sebagai katedral, untuk menggambarkan bagaimana pipa-pipa di sekitar kita ini mengingatkan kita dengan pipa-pipa organ gereja," canda Melkonian.

Bagi pencipta peninsula, bangunan Grimaldi ini adalah sebuah template, sebuah tantangan bagaimana menghubungkannya ke konstruksi off-shore, mereka berencana untuk mensinergikan teknologi, keindahan, ekologi, seperti Piano jelaskan: "Setiap orang memimpikan membangunan sesuatu di atas air. Tapi tetap saja, mereka yang menjalankannya harus bisa membuat bangunan ini benar-benar bekerja selayaknya dan tetap mengapung di atasnya."

Lautan bukan hanya sebagai tetangga bagi Monaco, laut menjadi bagian integrated yang paling masuk akal, Monegasques telah bekerja keras untuk memahami lingkungan dan tantangan yang terjadi di daerah mediteranian ini.

Mungkin contoh paling dramatis yang bisa dilihat adalah bagaimana Monaco mengekspansi fisiknya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi dan demografinya. Peninsula buatan direncanakan untuk memperpanjang wilayahnya sampai ke distrik dekat kasino Monte Carlo yang terkenal.

Distrik baru yang akan dinamakan du Portier ini akan menjadi daerah baru seluas 6 hektar di antara Port Hercule dan Grimaldi Forum.

Ekspansi ini akan berdiri beberapa projek seperti lanskap bukit hijau berketinggian 17 meter, begitu juga dengan toko-toko serta kantor-kantor. Kendaraan bermotor juga akan diberikan wilayah sendiri, begitu juga dengan pejalan kaki dan sepeda.

Pemerintahan telah mengatakan bahwa mereka berkomitmen penih untuk "melestarikan lingkungan" untuk memelihara kehidupan bawah laut yang dilindungi dalam pengawasan energy management & waste disposal.

Monaco Bay Comment

Reklamasi bukanlah menjadi hal baru di kota Manado. Bahkan kota ini akan menjadi percontohan untuk Indonesia sebagai perkembangan reklamasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitarnya.

Para penghuni setempat dan managing director Monte-Carlo Société des Bains de Mer, Luca Allegri, mengatakan bahwa pembaharuan ini "akan memberikan perasaan baru untuk seluruh daerah Monte-Carlo dan tentunya akan memajukan perekonomian dari tempat tinggal, tempat-tempat untuk galeri art dan acara, sebagaimana yang telah direncanakan."

Perwakilan dari hotel mahal bintang lima Metropole mengekspresikan antusiasnya. "Pendekatan yang dilakukan untuk projek ini sangat positif dan telah memberikan citra yang baik untuk wilayah ini. Faktanya bahwa arsitek terkenal seperti Renzo Piano, Alexandre Giraldi, Denis Valode, dan designer lanskap terkenal Michel Desvigne telah terpilih untuk mengerjakan projek ini memberikan publikasi yang sangat besar."

Dia mengatakan bahwa sangat penting untuk melanjutkan projek ini dengan menggunakan inovasi teknologi baru dan juga bagi projek real estate. Ekspansi ini akan berdampak bagi banyak orang di perbatasan Monaco, bukan hanya karena kita adalah bagian dari selebrasi pertandingan Formula 1. Dengan begitu panjang tahun yang telah kita lalui sebagai tempat Grand Prix (sejak 1955), perubahan akan lambat laun mengikuti.

Louis Thiers, brand manager Formula One mengatakan bahwa perkembangan ini sangat menjanjikan. "Monaco Grand Prix selalu menjadi permata bagi kejuaraan dunia ini, saya pikir walaupun perubahan ini akan berdampak dengan perubahan trek Monaco, acara ini akan terus berlang-sung dan menjadi acara yang berharga. Saya yakin suporter akan terus datang dan menyambut trek baru ini."

Cukup menggiurkan melihat gambar-gambar di halaman ini. Monaco Bay Manado tentunya akan menjadi sebuah konsep kota baru dengan inspirasi dunia seperti kota Monaco ini.