Mochtar Riady: Lippo Karawaci Akan Menjadi Kota Mandiri Terbaik

Ivan Budiono (CEO Lippo Homes), Rosmalia Hardman (Chief Marketing Officer Hotel Aryaduta Group), Sutiyoso (Komisaris LPKR), Surjadi Soedirdja (Komisaris LPKR), Mochtar Riady (Chairman Lippo Group), Ketut Budi Wijaya (Presdir LPKR), Muladi (Komisaris LPKR), Hannah Achmadi (perwakilan Universitas Pelita Harapan), Johannes Jani (President Lippo Mall Indonesia).

29 Januari 2015

Tangerang - Lippo Group akan mengembangkan Lippo Karawaci sebagai pusat pendidikan, kesehatan, dan pusat perbelanjaan. Hal itu akan menjadikan Lippo Karawaci menjadi salah satu kota mandiri terbaik sekaligus menjadi Global Smart City.

Chairman Lippo Group, Mochtar Riady mengatakan, untuk menjadikan sebuah kawasan sebagai kota kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah ada persyaratannya. Selain itu, harus memiliki perencanaan (planning) yang jelas.

Dia menilai, suatu kawasan semestinya tidak hanya mengembangkan hunian semata, namun dilengkapi sejumlah fasilitas. Karena itu, Lippo Karawaci didesain menjadi kota pusat pendidikan, kesehatan, dan pusat perbelanjaan terbaik.

"Bila ingin mengejar pasar kalangan atas, pertama kali yang dibuat adalah sekolah terbaik. Lalu, rumah sakit dan tempat belanja. Karena orang tidak akan mau membeli rumah kalau tidak didukung sarana dan fasilitas ekonominya,” kata Mochtar Riady, dalam acara groundbreaking ceremony, Millennium Village, di Karawaci, Tangerang, Rabu (28/1).

Menurut dia, sebuah kawasan untuk mejadi kota yang baik perlu memiliki perencanaan baik dan jelas sejak awal. Apakah kota itu menjadi kelas atas, kelas menengah atau kelas bawah. “Lippo Karawaci adalah salah satu kota yang kami berani sebut sekarang adalah kota mandiri,” katanya.

Dia mengaku, berbekal pengalaman di dunia perbankan, pendidikan dan sekaligus sebagai developer, Lippo Group optimistis terus berekspansi. Lippo Group yakin mampu memberi kemakmuran bagi bangsa Indonesia sehingga jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2014. Hal ini, katanya, dibuktikan dengan pembangunan proyek Millennium Villlage di Lippo Karawaci.

Proyek tersebut dilengkapi berbagai sarana dan prasarana. Terdapat sarana pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. UPH Internasional School, katanya, bisa menampung 30.000 mahasiswa. Selain itu, dibangun sarana kesehatan seperti rumah sakit dan juga pusat ekonomi.

Kota Mandiri

Mochtar Riady mengatakan, pengembangan Lippo Karawaci bermula dari lahan seluas 1.300 hektare (ha) pada 1991. Untuk mengembangkan kawasan tersebut, Lippo Group mencari konsep dari negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Manila, dan Tiongkok.

“Saya tertarik dengan konsep yang ada di kota Shenzhen Tiongkok dengan membangun permukiman jauh dari kota dan mereka memiliki konsep yang jelas, berbeda dengan Pondok Indah ataupun Pluit yang berada di tengah kota,” kata dia.

Berbekal melihat kota Shenzhen, Tiongkok serta berbagai survei yang telah dilakukannya, Lippo Group membangun Karawaci meski letaknya jauh dari Jakarta. Optimistis juga mencuat manakala melihat kawasan Tangerang dan Serang yang dihuni oleh berbagai kawasan industri. Lippo Group optimistis Karawaci menjelma menjadi kota baru.

Untuk menjadi kota mandiri, kata dia, salah satu yang sedang digarap Lippo Group adalah membangun proyek world class mixed used development The Global Smart City-Millennium Village (MV) senilai Rp 200 triliun.

Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya mengatakan, MV dikembangkan diatas lahan seluas 70 ha yang berlokasi di tengah Lippo CBD (Central Business District) seluas 131 ha.

“Millennium Village adalah salah satu proyek terbesar dan terbaru yang sedang dikembangkan oleh Lippo Karawaci,” kata dia, di Tangerang, Raabu.

Dia menambahkan, lokasi MV merupakan kawasan terbaik di Lippo Village yang dikembangkan dengan konsep Global Smart City. Hal itu akan menyandingkan MV dengan kota-kota berstandard global terbaik. “Ini adalah kombinasi large integrated development di dalam lokasi township yang sudah mature,” jelasnya.