Holland Village Manado Mampu Serap 3.000 Tenaga Kerja

Manado - Proyek properti Holland Village Manado milik Lippo Group, mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

16 Oktober 2016

kiri - Hendry Leo (CEO Holland Village Manado), Hernanto Tandianto (Product General Holland Village Manado), Diana Kawatu (Head Lippo Regional) ditemani oleh Ramon Paulus & Aman S. (Project Manager)

Manado - Proyek properti Holland Village Manado milik Lippo Group, mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Dalam pembangunan holland village di Kota Manado, kami akan menyerap tenaga kerja hingga 3.000 orang sampai akhir pembangunan di tahun 2017," kata CEO Holland Village, Hendry Leo, di Manado, Jumat (16/10).

Dia mengatakan, 3.000 tenaga kerja yang nantinya akan bekerja dalam pembangunan Holland Village yakni sebagian besar berasal dari tenaga kerja lokal, dan hanya sebagian besar tenaga ahli pihaknya datangkan dari Pulau Jawa.

"Kami mengupayakan akan menyerap tenaga kerja lokal paling banyak dalam pembangunan Holland Ville di Manado," jelasnya.

Dengan adanya proyek kota baru pertama dan terbesar di Kota Manado berkonsep pembangunan kota "pintar" mixed-use smart city integrated development Holland Village saat ini sedang dibangun infrastrukturnya, maka akan mampu mengurangi pengangguran di Sulut.

"Kami akan membantu pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran di daerah," jelasnya.

Dia mengatakan, Holland Village Manado akan menjadi icon terbaru dibangun di atas lahan 11,6 hektare yang didalamnya akan dibangun development seluar total 220.000 meter persegi.

Hal ini merupakan pengembangan kota premier mixed use smart City Integrated Development senilai Rp1,3 triliun di Manado Sulut.

Perpaduan konsep kawasan residensial dan komersial ini berlokasi di kawasan CBD (Central Business District) baru di daerah Paniki-Kairagi kota Manado Terdiri dari pembangunan kompleks residensial 80.000 meter persegi dan sissanya 140.000 meter persegi terdiri dari fasilitas kota pintar di mnado akanada 5.000 orang yang akan tinggal berdomisili dan melakukan kegiatan kerja, bisnis, belajar atau bersekolah, bermain dan kegiatan komunitas lainnya.

Disamping itu akan dibangun berbagai fasilitas standard internasional, yaitu pusat perbelanjaan dan lifestyle, hotel, sekolah, rumah sakit, club house.

Keseluruhan fasiltas tersebut didesain terpadu dengan pembangunan arboretum, suatu kawasan hijau buatan botanical garden yang tujuannya adalah untuk pelestarian lingkungan dan hewan sehingga tetap terjaganya kawasan hijau dan ramah lingkungan.