2016, Lippo Group Akan Bangun 10 Rumah Sakit Baru

Tangerang - Lippo Group berencana membangun 10 rumah sakit baru di berbagai daerah di Indonesia. Rumah sakit ini sebagai bagian dari upaya perseroan untuk mengatasi kurangnya fasilitas kesehatan di daerah.

04 December 2015

Demikian disampaikan CEO Lippo Group, James Riady dalam opening ceremony konferensi internasional "Christian Responses to Global Health" yang berlangsung di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (2/12). Konferensi ini berlangsung 2-4 Desember 2015.



Menurut James Riady, industri kesehatan merupakan salah satu industri yang bertumbuh dan berkembang pesat di dunia, khususnya di Indonesia. Dalam 10-15 tahun ke depan, papar James, total produk domestik bruto (PDB) akan bertumbuh terus, di mana per tahunnya akan terus bertambah 11-12 persen.



"Tahun 2015, lebih dari 6 juta jiwa telah melewati pintu Siloam, dan lebih dari 2 juta dari mereka yang berobat dalam rumah sakit ini. Tahun ini, kita tidak membangun rumah sakit, tetapi di tahun depan kita akan bangun 10 rumah sakit," jelas James Riady.



Menurutnya, penambahan 10 Rumah Sakit Siloam, terutama di tujukan di berbagai daerah yang kurang fasilitas kesehatannya.



"Kita mengerti, persoalan kesehatan bukan hanya semata-mata penyembuhan secara fisik, melainkan proses penyembuhan rohani. Kita harus membawa kedamaian ke dalam diri pasien. Maka dari itu, kita selalu mengajarkan pendekatan holistik kepada mahasiswa kedokteran dan keperawatan UPH," papar James.



Sebelumnya, Chairman Lippo Group dan Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), Dr (Hon) Mochtar Riady, memaparkan kondisi negara Indonesia yang memiliki populasi 250 juta, ternyata hanya mempunyai sekitar 500 neurosurgery dan kurang dari 200 oncologist.



"Hal tersebut sangat jauh dari memadai. Masih banyak orang sakit yang belum bisa mendapatkan perawatan dengan baik. Kondisi ini, mendorong Lippo Grup untuk ambil bagian dalam bidang kesehatan, termasuk menyediakan tenaga-tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang terbaik," kata Mochtar Riady.



Lebih lanjut Mochtar memaparkan, di Indonesia hanya ada sekitar 70 sekolah kedokteran (medical school) dan hanya menghasilkan sekitar 7.000 lulusan dokter tiap tahunnya. Sementara, lanjutnya, populasi penduduk akan terus bertambah tiap tahun.



"Jika dibandingkan dengan 7.000 dokter, hal ini bukanlah situasi yang baik, dan nantinya akan menjadi salah satu permasalahan bangsa. Apalagi, pemerintah kurang cukup dana untuk menyediakan peralatan dan tenaga medis yang berkualiatas tinggi," kata Moctar Riady.



"Karenanya, saya ingin terus mencoba membuka lebih banyak lagi rumah sakit. Untuk itu, kita juga perlu lebih banyak medical school dan keperawatan," tambahnya.